Semakin hari modus operandi kejahatan semakin canggih dan semakin susah untuk dikendalikan, seiring dengan kemajuan teknologi dan (mungkin) karena kebodohan aparat pemerintah sendiri yang memperbolehkan barang barang elektronik yang tidak diketahui fungsinya bisa masuk ke Indonesia yang kita cintai ini. Padahal barang barang tersebut harusnya masuk lewat bea dan cukai, namun aparat yang ada disana mungkin hanya tahu alat alat yang sederhana saja. Adapun seharusnya adalah aparat bea dan cukai meneliti setiap brosur barang yang masuk dan melakukan CrossChek terhadap barang tersebut, yach,,,mungkin inilah potret buruk kinerja aparat kita yang lebih suka leha leha dan minta kenaikan gaji terus menerus tanpa disertai oleh prestasi.Akibatnya ya,,,beginilah nasib bangsa, bisa dibohongi oleh konsumen barang seperti scammer kartu dari luar negeri.
Modus Operandi Pembobol ATM
Pembobol Atm memasang Scammer di mulut ATM tempat kita memasukkan kartu, dan ketika kartu kita masuk yang otomatis harus melewati scammer tersebut, si scammer ini langsung menyadap isi kartu kita seperti misalnya nomor kartu dan nomor pin kita serta data data yang ada dalam kartu. Si pembobol tidak dengan serta merta mengambil alat ini setelah kita mengambil uang, namun dia menyimpan alat tersebut agak lama terlebih dahulu agar data yang terkumpul pun makin banyak, dengan begitu dia akan mengetahui lebih banyak tentang kartu nasabah bank tersebut. Setelah beberapa jam biasanya si pelaku mengambil Scammer tersebut dan memasukkan data data yang berhasil dihimpun oleh alat Scammer tersebut ke laptop atau PC untuk dianalisa lebih lanjut dan kode kode yang ada dipecahkan. Setelah berhasil memecahkan kode tersebut maka si pembobol ini memasukkan data tersebut ke kartu ATM palsu, selanjutnya anda tahu sendiri…si pembobol pergi ke ATM untuk menunaikan tugasnya mencuri uang di ATM tanpa terdeteksi.
Kenapa ini bisa terjadi?
Hal yang sangat wajar pertanyaan itu timbul di masyarakat, jawabannya adalah adanya kemungkinan kerjasamanya si pembobol dengan Orang dalam di Bank yang mengeluarkan ATM tersebut. Perkiraan ini cukup mengena karena dianalogikan seperti begini, yang saya tahu pengisian uang di ATM selalu dilakukan secara kontinyu, nah…kenapa orang bank tersebut ketika mengisi uang sampai tidak mengetahui adanya alat yang dipasang di mesin atm? apakah memang orang lapangan pengisi kartu ATM tidak mengetahui alat apa saja yang seharusnya berada di mesin ATM?
Di salah satu Bank ada juga yang menyerahkan pengisian ini kepada “Vendor” yang bertugas mengisi kan uang ke mesin ATM, nah..apakah bisa dipastikan dengan akurat bahwa si “Vendor” ini bersih dari kolusi dengan fihak luar? belum tentu kan? bisa saja justru mereka yang memasang alat tersebut, dan fihak bank (yang teledor) hanya mengetahui bahwa alat tersebut dipasang oleh vendor demi keamanan. tidak mustahil hal itu terjadi bukan?
Modus Operandi yang lainnya adalah dengan memasang pita negatif film yang telah digunting berbentuk huruf V menjorok ke dalam, akibatnya ketika kita memasukkan kartu ke mesin ATM maka kartu kita tidak bisa keluar lagi, dan masuklah “dewa penolong” yang berpura pura akan membantu anda. Biasanya dia memberikan nomor “Call Centre Palsu” dan sang operator akan menanyakan pin kartu anda, kemudian anda akan ditanya apakah anda bisa berbahasa inggris atau tidak, jika anda tidak bisa berbahasa inggris maka dia akan menawarkan jasa untuk “memandu anda”. Namun inilah awal musibah yang akan anda alami, operator tersebut bukannya menolong anda akan tetapi malah membuat anda mentransfer sejumlah uang ke salah satu rekening yang menurut operator rekening tersebut adalah rekening aman di bank bersangkutan, dan nanti akan dikembalikan setelah kartu kita keluar dari mesin atm.Nah begitu manis sekali modus tersebut, seperti menolong tapi membuat kita celaka. Oleh karena itu, untuk anda yang akan membawa uang di mesin atm lebih baik anda periksa dulu mesin tersebut, jika aman tidak terdapat apa apa dan tidak ada barang yang menempel di mulut mesin atm maka anda bisa melakukan transaksi pengambilan uang..namun jika anda merasakan kejanggalan di mesin tersebut, lebih baik anda batalkan pengambilan anda dan pindah lokasi saja, itu akan lebih baik untuk anda daripada harus memberikan uang yang sudah dengan jerih payah sampe berdarah darah untuk mendapatkannya kepada orang lain.
Selalu waspada ketika masuk dan keluar ATM.
Jangan keluar ATM sebelum kartu dan uang anda keluar. Pastikan.







0 komentar: on "Modus Pembobol ATM"
Posting Komentar